Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Written and Presented by Moh Hari Rusli in order to complete the English Final Project of his 2nd semester in Pertamina University.


In the last few decades, the people around the world become more openly-minded in the case of gender issues. But most of them are still have a bad view about this issues, especially in the eastern and developing country. Generally they assume that all of gender issues are caused by the sexual orientation disorder or in another word those people become in the such condition not because of nature, but it caused by their failure on making a good intercommunication, and also can caused by trauma due to sexual abuse in childhood, premarital sex, and sexual prompting because the habit of accessing pornographic materials. In this case, they already make a stereotype regarding gender issues. That stereotype maybe correct if they talk specifically about lesbian, gay, bisexual, and transgender. But it turn to be deadly wrong if they attached it to an intersex as a part of gender issues, because It is not a sexual disorder but a natural victim of gender issues.

The easiest way to understand this problem is through the scientific facts. According to the science, the physical aspects defining the sex of an individual are the karyotype, the internal sexual organs, and the external sexual organs. The moment those aspects are not fit the typical definition of male or female, appear ambiguously or not identified clearly, that was a person call as intersex (Creighton, 2001).

Karyotype consist of 22 pairs of autosomal chromosomes (unsex or body chomosome) and 1 pair allosome (sex chromosome). The allosome has a duty to define the sex of an individual. If allosome has XX chromosome so the individual will be female and XY for male, but there is a case when the allosome become XXY, so the individual is an intersex. The internal sexual organs consist of gonads. Gonad is the sex or reproductive gland that produce the gametes or sex cells and sex hormones of an individual. The female gonad is the ovary which produces egg cells, while the male gonad is the testicle which produces sperm or spermatozoa, and if the individual has two of them so it is an intersex. The external sexual organs consist of sexual organs and the secondary sexual characteristics which appear at puberty, male has penis as sexual organ and female has vagina. In humans, visible secondary sex characteristics include pubic hair, enlarged breasts of females, and facial hair and Adam's apple on males. If it mixed between two of them, so that person maybe an intersex.

So the conclusion is the intersex does not a part of sexual orientation disorder, but it’s natural disorder and as well as the victim that we must give more attention to keep their rights, protect from violence, prevent torture, and save from discrimination. The management of these conditions is in the midst of great change. So every aspect must be under review including diagnostic techniques, timing, and nature of treatment including surgery and information for intersex patients.

Reference :
Creighton, Sarah. Surgery for Intersex. Journal of The Royal Society of Medicine 2001;94:218-220


 

No.
Struktur Teks
Kalimat dalam Teks
1.
Abstrak
Kemilau emas memancar saat Zhu membentangkan benang emas di sudut kain pelepai. Sinar perak jarum di tangannya menyulam satu kehidupan tajam yang menusuk. Udara Danau Menjukut berbau bunga kopi, bertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dada Zhu pada barisan awan di langit menuju ke arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman, lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.

“Sulaiman. Sulaiman. Itulah Zhu, dan aku bicara padamu!”
Bukit Barisan Selatan yang memanjang bergelombang seperti hidup, karangkarang yang menjorok runcing dan tegak menuju ke arah perih laut Hindia, dari Krui hingga Pulau Betuah. Dan bunga-bunga kopi, dan pucuk-pucuk damar, dan awan awan biru semua jelmaan tanah Tuhan ini, semata tercipta untuk kesetiaan cinta pada Sulaiman.

Kegembiraan separuh umur, dan kesedihan pada ujung hidupnya, menciptakan runcing jari-jari Zhu pandai menari. Menari dan bernyanyi di atas hamparan kain sulaman. Menyerut seluruh jiwa yang sedih, yang gembira, yang mabuk, dan putus asa. Lautan asmara, nyanyian cinta, kerinduan perih, dan pujian kepada tanah tempat lelakinya terkubur. Ia menyeru di atas sehelai kain pelepai, menggambar pola-pola yang rumit, dan membayangkan seluruh dirinya masuk. Menjadi naga yang menggerakkan seluruh gelombang tanah, bukit, gunung-gunung, menjadi liukan benang-benang emas dan rajutan benang-benang perak yang berkelit dan berkelindan dalam gulungan warna aroma ombak, hijau daun, putih awan.

Ada merah api cinta yang semerbak di sana, ada kuning sejarah yang membentang di atas helai kain pelepai setelah dicipta berhari-hari. Begitu indah, dan selalu: delapan belas hari kemudian ia akan berjalan dari Danau Menjukut ke arah bukit. Mencari angin yang bisa menyampaikan gema suaranya ke arah laut. Mencari tempat di mana ia bebas memandang pada titik pantai Tanjung Cina, yang diapit Selat Sunda serta Samudera Hindia. Di atas batu ia selalu akan meniru gerak laut, mengibarkan kain tapis dan berteriak gembira.

“Sulaiman. Sulaiman. Itulah kain tapismu yang ke 340! Akulah Zhu, istrimu. Perempuan yang telah menciptakan tarian sulaman benang dari separuh jiwaku. Dan kini aku bicara padamu! Sulaiman. Sulaiman. Itulah Zhu, dan aku bicara padamu!”

Setiap puncak Krakatau menyembul saat gelombang laut surut di pagi hari, maka akan terlihat ribuan walet terbang berputar-putar mencari kehangatan perpaduan kepundan dan matahari yang kehangatan udaranya mungkin tidak akan pernah diketemukan di benua manapun. Lalu menjelang sepenggalah hari, gerombolan hitam ribuan burung laut yang gesit itu akan bergerak cepat memintas selat menuju teluk Lampung dan Teluk Semangka. Di sanalah surge dari segala keriangan makhluk hitam itu tersedia, dari pagi hingga petang. Dari rantai makanan hingga kenyamanan angin, udara, dan matahari, yang mencipta gairah untuk syarat berkembang-biak ratusan, bahkan mungkin ribuan tahun tersedia secara alamiah sepanjang hari. Seiring waktu bergeser, hingga senja mulai membayang, mereka kemudian akan bergerombol berlesatan menuju pulau Tabuan, menunggu gelap sempurna. Lantas gerombolan hitam itu akan memecah diri menjadi kelompok-kelompok kecil, dan bergerak bercericit menuju berbagai arah mata angin: Kota Agung, Kalianda, dan Bandar Lampung. Di kota-kota beraroma pantai itulah, mereka menemukan sarang. Istana tempat terlelap di malam hari, yakni rumah-rumah gelap, lembab dan nyaman, berupa gedung-gedung tinggi menjulang berbentuk kotak beton tak berjendela.

Hamparan ratusan kotak beton di seantero kota-kota itu, adalah jebakan cerdik yang dibikin oleh manusia untuk memindahkan mereka dari kehidupan lepas di pantai-pantai berkarang sepanjang Bukit Barisan Selatan. Sesungguhnyalah, walet adalah makhluk yang mencintai kenyamanan, kemudahan, dan jalan pintas yang praktis. Mereka tentu tidak diciptakan Tuhan untuk berpikir tentang kebebasan. Maka bermigrasilah, setiap hari ratusan hingga ribuan walet memadati jebakan-jebakan nyaman yang dibuat untuk diburu. Diburu sarangnya, yang kelak diperjualbelikan sebagai barang ajaib dengan harga teramat tinggi.

Migrasi walet yang membawa harta karun dari sarangnya yang tak ternilai, adalah juga berarti migrasi manusia (para pemburu walet) yang bergelombang datang dari berbagai pulau seberang. Maka begitulah sejarah kota kemudian terbentuk, menjadi bandar yang ramai, menjadi tempat singgah para pelancong yang akhirnya menetap kawin dan beranak-pinak. Maka begitu jugalah sejarah kedatangan Zhu yang tiba pertama kali ke Bandar Lampung, dengan membawa pesona kecerdasan dan keuletan, serta aroma kecantikan perempuan matang di usia remaja seorang anak saudagar besar dengan bakat cemerlang.

2.
Orientasi
Zhu mengawali sejarah dengan melakukan perjalanan jauh dari pulaunya, Kalimantan Timur. Meninggalkan leluhur menuju satu titik: kota berteluk hangat di Selat Sunda. Para pedagang antar pulau telah mengabarkan sebuah rahasia besar di hadapan ayahnya, Zhu Miau Jung, “Ada ratusan ribu walet memadati puncak gunung tengah laut di Selat Sunda. Ada teluk di ujung timur pulau Sumatera, yang memanjang dengan tebing-tebing karang menuju deretan Bukit Barisan. Ada kota-kota beraroma pantai. Ada beberapa orang berhasil membuat jebakan rumah bagi ribuan walet yang malang!”

Begitulah Zhu, memulai sejarah dengan membuat jebakan dari sepetak tanah yang ia beli, dan membangunnya menjadi istana walet, dengan keahlian yang tidak diragukan. Ya ya ya, dialah perempuan dengan aroma laut yang berpadu keindahan teratai. Dialah perempuan dengan masa depan gemilang, dari kegigihan dan keuletan. Dialah yang sejak lahir dididik sebagai pemburu walet ulung yang kelak berhak menyandang keahlian serta nama besar Zhu Miau Jung pemburu walet paling terkenal lantaran ketajaman instingnya.

Konon Zhu Miau Jung telah melahirkan legenda, bahwa hanya dialah yang bisa mengerti bahasa burung! Nyaris seluruh pedagang besar di Nusantara Timur percaya. Maka ketika berita keajaiban tentang Selat Sunda tiba, ia tertantang untuk mendorong putri satu-satunya pergi. “Bukan lantaran usiaku telah mulai tua. Bukan itu. Petualangan untuk sebuah penaklukkan tak pernah mengenal umur. Tapi kau harus harus segera menetapkan pilihan hidupmu. Pergilah, Zhu, kau sudah pantas dan matang untuk memulai. Buru dan tangkap walet-walet itu, dan letakkan dalam jumlah ribuan di dadamu, untuk melanjutkan nama besar
ayahmu, untuk nama baik leluhurmu!”

Ada deraian hujan pada matanya sempit, membuat setiap orang yang dijumpainya tunduk dengan senang hati. Keramahan pada rambutnya panjang berkibar, kesopanan pada putih kulit seterang bulan, dan lesung pipitnya yang berkali membikin lelaki mabuk lantaran rindu. Zhu Ni Xia, menjadi terkenal seantero mata angin.

Dari Liwa hingga Kotabumi, bahkan orang-orang Menggala seringkali singgah untuk menukar pisang dan getah damar, dengan beras dan gula. Dari wallet menjadi bandar, meluaskan niaga dengan membangun puluhan gudang: tempat menukar damar menjadi gula, atau ratusan karung kopi ditukar dengan kain dan gemerincing mata uang. Kapal-kapal barang yang singgah selalu menjabat tangan Zhu dengan hormat, dan menyampaikan salam kebesaran atas nama marga Zhu. “Selamat dan sejahtera, pada bisnis Nona Zhu yang semakin maju.”

Akulah lelaki yang menantang angin di malam ketika serentetan tembakan menggema sepanjang malam. Nyala api membumbung, membakar lumbung, membakar atap dan dinding—puluhan rumah. Demi Tuhan, kesedihan turun lewat langkah-langkah bergegas, dan teriakan kematian menggema pada ladang-ladang kopi. Sayup di Balai Kampung sekumpulan lelaki memainkan gamelan bambu cetik, dengan nada putus-asa, seolah dengan pukulan-pukulan itu mereka menyatakan bahwa mereka adalah sekelompok petani pribumi yang punya hak sama, dan tak sudi untuk pergi.
Sejak sore hari, menjelang maghrib, tanda-tanda itu sudah dimulai. Made Sukari berlari menuruni bukit, sambil terus menunjuk ke arah lembah,
“Celaka. Mereka betul-betul tengah bergerak! Mereka hendak menyerbu!”
Dua ekor gajah telah mati, seminggu sebelum kegawatan semakin memuncak, dan Made Sukari berlari memberi tanda menuruni bukit. Wajah-wajah pucat dan gemetar menjalar, melewati ladang, kebun, dan rumah-rumah yang langsung siaga.
“Siapa lagi yang telah membunuh gajah-gajah itu? Demi Tuhan, ini pertanda
celaka!”

3.
Komplikasi
Dua gajah telah mati. Sebelumnya, empat ekor gajah ditemukan tanpa nyawa dengan leher terbelah dan gading lenyap meninggalkan dua bolongan kasar di kepala. Tak ada petani di Kualakambas yang tega membunuh makhluk raksasa bermata lembut. Puluhan, bahkan ratusan kali mereka menghalau gajah-gajah yang tersesat di ladang, hanya dengan teriakan serta sapaan, “Pergilah manis, hus, hus, pergilah dari ladang kami.” Antara gajah dan petani telah memiliki tautan hati yang sama. Tak perlu ada parang menempel, apalagi sampai membelah leher.

Mereka akan pergi dengan langkah lamban, dan anak-anak seringkali menyanyikan nyanyian gembira sebagai pengiring, “Pergilah wahai barisan gendut, menuju hutan, bersama angin, menyongsong hujan....”
Tapi gajah-gajah itu telah terlanjur mati, dibunuh dengan keji. Dan gajah yang mati akan menuntut balas dari negara. Sudah terlalu lama kampung ini berurusan dengan negara. Bahkan 18 tahun silam, ayahku terbunuh bersama 200 petani kopi yang dianggap membangkang, memberontak, hanya lantaran ia kukuh berkata: “Sudah berpuluh tahun kami berdiam di sini, sebelum kawasan hutan Negara ditetapkan. Kami tidak tinggal di hutan, tidak merusak hutan, dan tidak punya niat menjarah hutan. Kami adalah petani! Kami adalah pribumi, meski leluhur kami berasal dari berbagai pulau dan berbagai suku! Kami adalah....”

Akulah lelaki yang menantang angin di malam ketika serentetan tembakan menggema sepanjang malam. Akulah yang seringkali berkata kepada mereka, bahwa kematian gajah-gajah hanyalah alasan agar kami semua dianggap bersalah, dan berhak untuk dipaksa pergi. “Pergilah kalian, bakar kebun kopi dan ladang, untuk dikembalikan menjadi hutan!” begitulah yang seringkali kudengar dari mulut ibuku saat menceriterakan bagaimana ayahku mati. Maka tak perlu lagi bertanya tentang siapa pembunuh gajah, kenapa gajah harus dibunuh. Demi Tuhan, ketika Made Sukari berlari menuruni bukit, dan para lelaki berkumpul di Balai Kampung lalu memainkan gamelan bambu cetik dengan putus asa, aku sudah berkata: “Larilah ke hutan. Carilah jalan.”

Tapi mereka bergeming. Lalu suara tembakan, lalu asap pertama mengepul, lalu suara-suara jeritan, teriakan dan entah—barangkali kematian. Gelap aku menerabas pepohonan, menyeret tangan Nyiwar–ibuku. Berkelebat di pekat hutan, terus berlari, menerabas berhari-hari. Entah berapa waktu telah hilang
digerus perih dan lapar, dan kesakitan. Hingga tiba di kampung yang entah, sebuah jalan raya, dan truk pengangkut karet membawaku ke depan pintu gerbang ini. “Tolong bukakan gerbang. Katakan pada Nona Zhu, saya Sulaiman. Saya tidak sedang membawa barang. Saya harus ketemu Nona Zhu.”

Sulaiman, dan berpuluh lelaki yang ia kenal baik, biasanya datang membawa karung-karung biji kopi kering dengan kualitas terbaik. Tapi kali ini, Zhu melihat sesosok lelaki berantakan, penuh goresan luka, serta menggenggam erat tangan perempuan tua. Lelaki itu menggembol bungkusan kain—yang jelas pastilah bukan biji kopi—dan memandang kepadanya dengan tatapan gawat. Zhu melangkah mundur dengan refleks, “Cepat masuk!”
“Mohon maaf, Nona Zhu, ini ibu saya,” Sulaiman memperkenalkan Nyiwar.
“Saya tidak membawa...”
“Sutinaaaah,” Zhu memanggil pelayan, lalu menatap Sulaiman, “Kalian belum makan berhari-hari? Demi Tuhan, aku sudah mendengar berita-berita soal kerusuhan di Kualakambas. Hampir semua sopir menceritakan isu-isu simpangsiur. Astaga.”

“Saya, Nona,” seorang pelayan perempuan muncul. “Segera siapkan makanan!” Zhu menghirup nafas dalam-dalam. “Setiap petugas yang datang memeriksa gudangku, selalu aku katakan, bahwa aku tak pernah menerima biji kopi dari perkampungan yang masuk kawasan hutan negara. Tapi kau tahu, Sulaiman, bertahun-tahun aku tetap menerima kopi dari kalian. Selalu dalam pikiranku, bahwa ada sesuatu yang salah di negeri ini. Nah, sampai dua hari lalu, aku mendapat penekanan yang lebih keras, bahkan ancaman, jika ada karung-karung biji kopi yang dicurigai berasal dari kawasan hutan negara, gudangku akan dibakar. Nah, bisa apa aku, Sulaiman? Sekarang engkau makanlah bersama ibumu. Sutinah sudah menyiapkannya. Setelah itu, pergilah.... Demi Tuhan, Sulaiman, aku tak bisa berbuat apa-apa. Bisa apa aku, dalam kondisi seperti ini? Aku tidak bisa menawarkan kalian untuk tinggal.”

“Saya memang tidak tahu di mana saya harus tinggal, Nona. Saya datang ke sini lantaran bertahun-tahun Nona melindungi kami, dengan cara tetap membeli kopi dari kebun kami meskipun teramat besar resiko buat Nona. Tentu saya tidak akan lagi merepotkan....” Ada nada perih, dan Zhu tak sanggup menatap wajah lelaki itu. [...]
Selalu ia berkata: “Belum saatnya engkau mengerti, Zhu. Tetap tinggallah di kamar. Jangan keluar rumah. Jangan bercerita pada siapa pun, bahwa ada banyak orang di rumah ini. Engkau mengerti?” Dan ia hanya mengangguk. Dan bertahun-tahun kemudian, barulah ia mengerti.

4.
Evaluasi
Lalu kini, di hadapannya, seorang lelaki muda dan seorang perempuan tua, menjadi pelarian dan datang di depan gerbang pintu rumahnya. Ia melihat kedua orang itu dari jauh, dari seberang meja makan, dan air mata Zhu menitik dalam diam. Demi Tuhan, bukan dua sosok di meja makan itulah yang ia lihat, tapi bayangan sebelas tahun silam serta keagungan ayahnya yang mampu berdiri tegak di antara para pelarian, meskipun penuh resiko.

“Terimakasih, Nona. Hanya delapan belas kain tapis itulah barang yang bias kami bawa. Terserah Nona, mau dinilai berapa. Kami membutuhkan uang untuk pergi ke Jawa. Delapan belas kain tapis ini, disulam ibu saya dengan sepenuh jiwa. Bertahun-tahun,” begitulah Sulaiman berkata. Lalu Zhu melihat kepergian dua orang itu. Terpaksa hanya bisa melihat. Dengan hati perih.
***
Siapa nyana, bahwa delapan belas helai kain tapis buatan tangan Nyiwar, telah membuat batin Zhu tercabik parah dan gila, begitu teramat menderita. Ia tak pernah membayangkan, bahwa sehelai kain akan menyimpan getaran dahsyat yang langsung menusuk pada jiwanya yang paling dalam. Pola-pola dari silangan benang emas dan benang perak, liukan-liukan garis yang menyerupai api, cinta, dendam, serta gambar-gambar dekoratif dalam olahan lambang daun, tanah, laut dan langit, telah menuntunnya untuk berkaca pada dirinya, serta hatinya. Alangkah dalam sentuhan jiwa yang paling perih, alangkah gila cinta
yang tertahan rindu dan kehilangan, alangkah ganas dendam yang terekam dalam keputusasaan, alangkah indah jiwa-jiwa yang halus! Sungguh Zhu merasa telanjang dan malu. Betapa ia malu. Dengan segera ia menyebar orang-orang untuk mencari jejak Sulaiman. “Carilah mereka. Geledah setiap kamar penginapan. Periksa setiap ruas jalan. Susuri desa dan jalan pintas perkampungan. Mereka baru pergi dua belas jam! Kalian paham? Bawa mereka ke sini, bawalah mereka....”

Zhu memberi perintah pada semua yang ada, setengah memohon, setengah menangis. Ia lantas berlari ke tengah halaman, melihat langit, dan mencoba menemukan wajahnya sendiri di keluasan langit. Pada awan-awan yang berarak. Pada biru warna yang menyerupai cermin. Hingga larut malam tak ada kabar.
Hingga Zhu tertidur memeluk delapan belas kain tapis. Hingga harapan pagi harinya berubah semakin tipis. Dan pada siang hari, seorang pencari mengetuk ruangan Zhu sambil berkata, “Mereka sudah ada di depan, Nona.”

5.
Resolusi
Alangkah aneh, saat Zhu langsung menghambur dan memeluk Nyiwar, “Tidak sepatutnya aku meminta kalian pergi. Aku meminta maaf. Tinggallah di sini.” “Terimakasih Nona. Tapi kenapa?” Sulaiman menyela. Ia merasa heran. “Aku malu dengan kebesaran Ayah, kemuliaan leluhur, yang menitipkan namanya padaku. Kami pernah mengalami hal serupa denganmu, Sulaiman. Dan kini, aku siap dengan segala resiko. Sekali lagi, aku mohon, maafkan keputusanku yang terburu-buru kemarin. Tinggallah di sini.” Betapa Zhu ingin terus memeluk Nyiwar, melihat kedalaman matanya, merasakan kerut tangannya, dan melihat ada apakah di balik tubuh ringkih yang sesungguhnya teramat perkasa ini? Dari mana datangnya kehalusan jiwa sehingga tangan keriput ini bisa mengalirkan keindahan, kobaran cinta, kerinduan sedih, serta dendam putus-asa, lewat tarian sulaman kain tapis yang begitu menggetarkan? Ia ingin bertanya. Ia ingin menyelam. Ia ingin merengkuhkan seluruh tubuhnya, dan dengan hormat memanggil, “Ibu”.

Maka setiap malam, ia selalu datang mengajak Nyiwar menyelami langit di halaman, duduk berdua, melihat laut melewati bulan. “Bulatan cahaya bulan, bunga kopi, dan warna laut di atas kain tapis, seperti hamparan tanah, Nona. Benang emas akan mengalir dengan gerak batang jarum sebagai takdir. Seperti harapan ketika membesarkan Sulaiman. Seperti cinta yang tak habis pada ayah Sulaiman. Seperti mencintai rumah dan tanah. Cobalah Nona genggam sekepal tanah, rasakan denyutnya. Kain tapis, benang, warna-warna, semua akan berdenyut jika dirasakan dengan benar....” Nyiwar akan terus bicara, dan Zhu dengan sungguh-sungguh menyimak. Kadang tentang masa kecil Sulaiman. Tentang penembakan. Tentang air mata yang mengalir saat menanam benih kopi. Tentang gelak tawa. Tentang air hujan. Tentang pembakaran rumah. Tentang apa saja. “Jadi Ibu membesarkan Sulaiman sendiri?” “Dengan tanaman kopi, ya, dengan sedikit getah damar. Semua, semua, semua adalah keringat kami. Dan juga doa.”
Nyiwar kadang terkekeh saat menceritakan Sulaiman.

6.
Koda
“Ia seperti ayahnya, dengan naluri besar melindungi dan membela para petani. Menyelundupkan biji-biji kopi agar tetap bisa dijual, dan berbagai upaya agar para petani bisa bertahan, di tengah berbagai ancaman. Ia seperti ayahnya. Tak bisa melihat orang lain menderita. Kau tahu, Nona, ia melihat dengan kepala sendiri, saat ayahnya ditembak mati.”
Adakah yang gentar menolak takdir? Saat cahaya langit terus berganti, maka cahaya hati juga bisa berganti. Setiap kali Zhu memandang di kejauhan kamar, tempat lelaki itu membuka jendela, ia selalu melihat bayangan ribuan kunangkunang yang melesat memenuhi hatinya. Ia tiba-tiba saja merasakan bagaimana angin yang bertiup dari kamar Sulaiman, adalah tiupan harum seribu bunga. Ia benci jatuh cinta, tapi ia juga tak bisa menolak jatuh cinta. Berhari, berminggu, kekaguman pada lelaki itu semakin tumbuh. Wawasannya yang luas, cara bicaranya yang sopan, dan terutama: tindakan-tindakan berbahaya yang terus ia lakukan meskipun ia dalam persembunyian. Ia terus menggalang kontak dengan para petani, mencatat data, mencari bukti-bukti. Berkali Sulaiman tak pulang dan Zhu menjadi cemas. Maka berkali ketika akhirnya Sulaiman muncul, rona wajah Zhu menjadi purnama. Zhu Ni Xia, perempuan matang yang kini telah memilih takdirnya. Pada malam ketika kapal barang singgah di bandar, ia menitipkan pesan untuk ayahnya. “Aku telah menemukan lelaki, Ayah! Dan aku jatuh cinta kepadanya. Datanglah segera, untuk menjadi wali bagi putrimu tercinta.” Ada purnama, ada cahaya, tapi ada lautan yang mengirimkan badai. “Sampaikan pada Sulaiman, aku bersedia menjadi istrinya,” begitu ia meminta kepada Nyiwar, dan begitulah Nyiwar mengatakan pada Sulaiman. Lalu bulan berganti. Ketika madu tumpah di lautan, ketika ia telah resmi memanggil Ibu kepada Nyiwar—perempuan lembut sekokoh karang—dan ia resmi memanggil Abang kepada suami; angin ibukota tiba-tiba mengirimkan badai lebih besar pada parasnya yang jelita.

Dari Teluk Jakarta sebuah kapal perang berpenumpang ratusan prajurit merapat di bandar, mengendap di subuh hari. Mengepung kota, menyisir gunung. Berita pemberontakan petani kopi kembali pecah menjadi prahara. Segerombolan lelaki garang mendobrak gerbang pintu rumah pengantin jelita, membakar gudang dan memporakporandakan segala.
Teriakkan kata penghianat dan penadah, mengawali letusan tembakan di pagi buta. Sulaiman digelandang paksa meninggalkan ceceran darah, dan tatapan penuh cinta.

Kegembiraan separuh umur, dan kesedihan pada ujung hidupnya, menciptakan runcing jari-jari Zhu pandai menari. Menari dan bernyanyi di atas hamparan kain sulaman. Menyerut seluruh jiwa yang sedih, yang gembira, yang mabuk dan putus asa. Lautan asmara, nyanyian cinta, kerinduan perih dan pujian kepada tanah tempat lelakinya terkubur.
Ia menyeru di atas sehelai kain pelepai, menggambar pola-pola yang rumit, dan membayangkan seluruh dirinya masuk. Menjadi naga yang mengerakkan seluruh gelombang tanah, bukit, gunung-gunung, menjadi liukan benang-benang emas dan rajutan benang-benang perak yang berkelit dan berkelindan dalam gulungan warna aroma ombak, hijau daun, putih awan. Ada merah api cinta yang semerbak di sana, ada kuning sejarah yang membentang di atas helai kain pelepai setelah dicipta berhari-hari.
Begitu indah, dan selalu: delapan belas hari kemudian ia akan berjalan dari Danau Menjukut ke arah bukit. Mencari angin yang bisa menyampaikan gema suaranya ke arah laut. Mencari tempat di mana ia bebas memandang pada titik pantai Tanjung Cina, yang diapit Selat Sunda serta Samudera Hindia. Di atas batu ia selalu akan meniru gerak laut, mengibarkan kain tapis dan berteriak gembira, “Sulaiman. Sulaiman. Itulah kain tapismu yang ke 340! Akulah Zhu, istrimu. Perempuan yang telah menciptakan tarian sulaman benang dari separuh jiwaku. Dan kini aku bicara padamu! Sulaiman. Sulaiman. Itulah Zhu, dan aku bicara padamu!”

Jakarta, 28 Agustus 2010



Ditulis Oleh: Moh Hari Rusli



Kematangan dan kesiapan sumber daya manusia suatu negara menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan global. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat merasakan dampak dan pengaruh ketatnya persaingan global. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi kebutuhan pokok bagi Indonesia untuk memenangkan persaingan. Apalagi dalam beberapa dekade ke depan, Indonesia akan memasuki era bonus demografi, yakni era saat angka beban ketergantungan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia nonproduktif mengalami penurunan sampai dibawah skala angka 50. Dengan kata lain penduduk usia kerja menanggung sedikit penduduk usia nonproduktif. Untuk mendapatkan manfaat bonus demografi tersebut, maka kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan secara maksimal melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan penyediaan lapangan pekerjaan (BKKBN, 2014). Pendidikan sebagai salah satu tumpuan utama guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perlu terus mendapatkan perhatian khusus melalui pengembangan riset dan penelitian serta penanaman pendidikan karakter. Namun tampaknya sistem pendidikan di Indonesia kurang memperhatikan pendidikan karakter sebagai  pondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia terdidik yang ada. Mahasiswa sebagai salah satu komponen sumber daya manusia yang terdidik dan generasi muda penerus bangsa, memegang peran penting dan strategis untuk membawa Indonesia menjadi pemenang dalam persaingan global, yang tentunya harus disokong oleh pengembangan riset dan penelitian yang mumpuni.

Menurut Adioetomo (2005), bonus demografi di Indonesia diprediksi terjadi pada rentang waktu tahun 2020 sampai tahun 2040. Jumlah penduduk produktif mencapai 171 juta orang di tahun 2015 dan mencapai puncaknya pada tahun 2040 sebanyak 195 juta orang, sebelum kemudian turun menjadi 191 juta orang pada tahun 2050. Seiring dengan peran mahasiswa yang akan semakin terlihat dominan ketika Indonesia memasuki era bonus demografi, maka sudah menjadi kewajiban bersama untuk menghidupkan pendidikan karakter. Penulis yang juga berstatus sebagai mahasiswa ingin ikut berperan memberikan kontribusi nyata dalam penanaman karakter kepemimpinan di lingkungan kampus Universitas Pertamina, salah satunya dengan mengikuti pencalonan ketua himpunan Kimia Universitas Pertamina.

Penulis ingin memberikan kontribusi sebesar-besarnya dalam wadah organisasi himpunan kemahasiswaan Kimia dengan membawa visi mewujudkan himpunan mahasiswa Kimia Universitas Pertamina sebagai pelopor pergerakan yang bersinergi demi kemandirian. Adapun poin-poin penting dalam visi tersebut dituangkan dalam empat butir misi yang mencangkup pembangunan karakter kepeloporan dan kepemimpinan, menjadikan himpunan sebagai sarana utama untuk menumbuhkan, mendukung, dan mewadahi anggota untuk berkarya, dan bersinergi bersama membangun wadah kemahasiswaan yang demokratis dan aktif, serta secara konsisten melaksanakan kaderisasi untuk menunjang dan menopang jalannya roda himpunan dan keberlanjutan di masa depan. Penulis dalam periode jabatan ini akan menjalankan kepemimpinan himpunan dengan orientasi kebijakan dan program kerja yang mengarah pada pembangunan pondasi awal himpunan yang dirumuskan dalam butir-butir, yakni butir pertama berupa penyelesaian AD/ART himpunan dan penyusunan kepengurusan himpunan. Yang kedua adalah duduk bareng, sebuah program kerja tahunan yang mengumpulkan seluruh anggota himpunan dan/atau perwakilan dalam merumuskan kebijakan promosi jurusan Kimia dan acara tahunan yang lain. Yang ketiga berupa peningkatan daya saing SDM jurusan Kimia Universitas Pertamina di setiap angkatan melalui pembentukan Kelompok Minat Bakat Himpunan Kimia. Serta yang terakhir adalah membangun sistem kaderisasi melalui program kerja bertajuk Chemistry Integrated Summit yang mengumpulkan seluruh anggota himpunan dari angkatan baru dalam rangkaian acara diklat kepemimpinan.

Dari paparan diatas, penulis mengharapkan kebermanfaatan bersama guna meningkatkan kualitas, sinergi, dan kekompakan seluruh anggota himpunan Program Studi Ilmu Kimia Universitas Pertamina melalui pemilihan pemimpin himpunan yang demokratis dan transparan. Penulis juga mengharapkan pemimpin yang akan terpilih akan dapat membawa Himpunan Mahasiswa Ilmu Kimia sebagai wadah himpunan yang menyejukkan dan mengayomi semua anggotanya dalam berkarya, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.



Referensi :

Adioetomo, Sri Moetiningsih Setyo. 2005. “Bonus Demografi: Menjelaskan Hubungan Antara Pertumbuhan Penduduk dengan Pertumbuhan Ekonomi”. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ekonomi Kependudukan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Jakarta: 30 April 2005.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 2014. Factsheet: Bonus Demografi. Dikutip dari http://www.bkkbn.go.id/ (Diakses pada 4 September 2017 pukul 23:29 WIB).

Bila berbicara tiga sebutan ini dengan orang Indonesia, mungkin mereka akan menganggapnya sama. Padahal Ketiga-nya memiliki maksud yang berbeda. Selain ketiga sebutan tersebut, mari kita lihat Negara Inggris dari beberapa sisi yang membuatnya menjadi unik. Berikut ulasannya :

1. Bendera Negara

Bendera Inggris merupakan bukti dari kejayaan Inggris sebagai bangsa besar di Eropa dan dikenal di berbagai pelosok dunia. Bendera Inggris dan bendara negara lain memiliki kesamaan fungsi, yakni sebagai identitas negara. Setiap negara memiliki filosofi dan semangat sendiri-sendiri. Filosofi mewakili karakter masyarakatnya, filosofinya ini diterjemahkan dalam corak bendera beserta atributnya, begitu juga dengan bendera Inggris. Namun bila anda suka menonton tv saat gelaran World Cup atau Piala Eropa, anda yang cermat akan sedikit merasa bingung dan bertanya-tanya saat melihat bendera Inggris yang dipakai di jersey pemainnya dengan warna dasar putih dan warna merah berbentuk cross. Atau mungkin anda yang suka Bulutangkis juga melihat bendera itu di dada pemain Inggris. Lalu muncul pertanyaan di benak anda, "Bendera Inggris itu yang bener yang mana sih ? yang dipakai para atlet itu atau yang biasa ada di sampul kitab Bahasa Inggris ?". Jawabannya adalah benar kedua-duanya. Sebab Inggris adalah satu-satunya negara di dunia yang punya lebih dari satu bendera resmi.

Bendera Inggris ternyata memiliki tiga jenis bendera, ketiganya memiliki fungsi dan corak yang berbeda-beda. Ternyata, negara pangeran Charles memiliki beragam bendera. Bendera yang dipakai oleh tim nasional sepakbola Inggris adalah bendera nasional yang bernama Saint George Cross. Sementara itu, bendera Inggris yang bercorak silang-silang warna merah biru adalah bendera persemakmuran. Sungguh unik bukan?
Sangat menarik membicarakan bendera Inggris karena di dunia ini hanya Inggris yang memiliki bendera nasional lebih dari dua. Ketiga bendera Inggris menjadi simbol identitas negara dan kerajaan.

Seperti yang ditulis di atas, bendera Inggris ada tiga macam dan fungsinya pun berbeda-beda ada yang dipakai bendera nasional, bendera kerajaan, dan bendera Inggris raya. Berikut ini penjelasan tentang ketiga jenis bendera  Inggris.

a. Bendera Inggris Union Jack


Salah satu bendera Inggris yang terkenal adalah Union Jack. Bendera Inggris simbol Britania Raya atau Union Kingdom. Union Jack dibuat pada abad ke 18. Waktu itu, kerjaan Inggris ingin membuat bendera baru yang melambangkan negara-negara di bawah kekuasaan kerajaan Inggris. Sebenarnya, corak Union Jack merupakan campuran dari tiga bendara, yakni Anglettere, Ecoses, dan Irlande. Bendera Ecoses yang bergambar silang warna biru melambangkan Saint Patrict, santo pelindung Irlandia, ditambah dengan salib berwarna merah dari bendera Saint George cross. Kemudian, jadilah kompisisi gambar baru, yakni corak silang yang ditimpa salib.

Kemudian, warna salib di atas persilangan berubah menjadi merah, pada pinggirnya dilapis warna putih melambangkan saint Andrew, pelindung Scotland. Warna biru menjadi latarnya merupakan perwujudan ladang yang subur. Union Jack menjadi atribut resmi bagi negara-negara persemakmuran di bawah kerajaan Inggris. Dengan kata lain, bendara Inggris ini menjadi unsur bendara nasional, bagi Australia, New Zeland, Tuvalu, dan lain sebagainya. Ada 50 negara yang menjadi negara persemakmuran. Dan sebagian bendara nasionalnya terdapat unsur Union Jack dan Saint George Cross. 

b. Bendera Inggris Saint George Cross


Bendera Inggris kedua adalah Saint George Cross merupakan England Flag atau bendara nasional. Saint Goerge Cross dipakai untuk menandakan identitas negara England atau Inggris. St.George Cross bergambar salib merah dengan latar warna putih. Bendara Inggris ini dipakai untuk atribut negara seperti yang dicantumkan dalam badge kontingen atlet olahraga, seragam pemain sepak bola, bulutangkis, dll. Seragam tentara Inggris. Atau ada tentara Inggris yang gugur saat menjalankan tugas negara, maka peti jenazahnya pasti diselimuti bendera Inggris yang ini. Bendera ini menjadi bendera nasional Inggris pada abad ke-16 yang melambangkan Inggris selama Abad Pertengahan dan Perang Salib.

c. Bendera Inggris Royal Standard


Bendera Inggris ketiga bernama  Royal Standar, bendera dengan simbol tiga singa merupakan bendera resmi kerajaan Inggris. Royal Standar hanya dikibarkan untuk acara yang berbau kerajaan seperti penobatan raja, peringatan naiknya tahta raja, perkawinan, dan kematian saja. Bendera Inggris ini dikibarkan ketika Ratu Elizabeth beserta keluarga sedang berkunjung di sebuah istana milik kerajaan Inggris atau datang ke sebuah tempat di Inggris. Misalnya, ketika ratu sedang berada di Istana Kensington, maka bendera Saint George Cross yang tengah dikibarkan, diturunkan untuk diganti Royal Standard bendera kerajaan. Ini bertanda bahwa Ratu sedang berada di Istana Kensington. Demikian juga ketika beliau sedang mengunjungi kantor perdana menteri Inggris, bendara Royal Standard dikibarkan di depan kantor. Apabila ada kerabat kerajaan yang meninggal dunia, bendara Inggris ini, menjadi penghias peti jenazahnya. 

Inggris memiliki hari-hari peringatan di mana bendera Inggris dan bendera lainnya harus dikibarkan guna memperingati hari bersejarah bagi bangsa Inggris. Berikut ini merupakan momen-momen bersejarah yang kehadiran bendara Inggris harus ada, yakni :
1. Pada 9 Januari
Tanggal 9 januari merupakan hari istimewa bagi Cathrine Middleton, istri Pangeran William putra mahkota calon penerus tahta kerajaan Inggris. Setelah menikah dengan Pangeran William, otomatis resmi masuk menjadi anggota kerajaan Inggris. Pada 9 Januari merupakan hari ulang tahun Kate Middleton. Maka untuk memperingati hari ulang tahunnya, Bendera Royal Standard wajib dikibarkan di depan istana Inggris.
2. Pada 27 Januari
Setiap 27 Januari, bendera Inggris kedua, yakni Union Jack dan Saint Goerge Cross dikibarkan di seluruh instansi pemerintah dan sekolah-sekolah di Inggris. Pada tanggal 2 7 januari, hari memperingati Holocoust, peristiwa pembantai massal yang dilakukan oleh tentara Nazi di bawah kekuasaan Hitler, pada perang dunia kedua.
Peristiwa tragis sepanjang sejarah peradaban manusia, terjadi di beberapa tempat di Eropa, seperti Auswict, Polandia, dan Jerman. Pada peristiwa tersebut, keturunan Yahudi yang tinggal di Eropa dikumpulkan pada kamp konsentrasi, kemudian dieksekusi mati dengan cara di masukan dalam kamar gas. Tentara Inggris bersama sekutu berhasil mengalahkan tentara Nazi dengan serangan udara.  
3. Pada 6 Februari
Pada tanggal 6 februari merupakan hari bersejarah bagi Ratu Elizabeth. Pada tanggal 6 merupakan peringatan hari Aksesi Ratu Elizabeth. Bendara yang dikibarkan adalah Royal Standard. 
4. Pada 19 Februari
Tanggal 19 Februari adalah hari ulang tahunnya Pangeran Andrew  yang bergelar Duke of York. Pangeran Andrew merupakan anak ketiga dari Ratu Elizabeth. Pangeran Andrew bekerja di Angkatan Laut Kerajaan Inggris.
Dia menikah dengan Sarah Ferguson, wanita dari kalangan biasa. Namun, pernikahannya tak berlangsung lama. Pangeran Andrew cerai pada 1996. Dari Pernikahan dengan Fergie, dia dikarunia dua anak perempuan yang bernama Beatrice of Yorkdan Eugiene of York. Di hari ulang tahun putra-putri Ratu wajib mengibarkan bendara kerajaan. 
5. Pada setiap Hari Senin Minggu Kedua Bulan Maret
Senin minggu kedua bulan Maret diperingati hari persemakmuran. Pada hari itu bendera Inggris, Union jack dikibarkan seantero Inggris Raya, demikian juga dengan angota negara-negara persemakmuran wajib mengibarkan Union Jack. 
Itulah sedikit contoh-contoh momen khusus dimana bendera Inggris harus dikibarkan diseluruh tiang bendera. Ternyata masih banyak peristiwa sejarah di inggris yang diperingati dengan cara mengibarkan bendera Inggris.

2. Wilayah Negara

a. Wilayah Keseluruhan

England, Scotland, Wales, Great Britain mengacu pada bagian-bagian yang berbeda dari UK. Sejarah yang beragam antara England, Scotland, dan Wales telah membuat budaya dan tradisi yang berbeda juga.

b. United Kingdom (UK)

Nama United Kingdom (UK) mengacu pada England, Scotland, Wales dan Ireland. Meskipun Republic of Irlandia sudah merdeka tapi Northern Ireland (Irlandia Utara) masih bagian dari UK. Nama resmi Inggris yang sebenarnya adalah “United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland”

c. Great Britain

Berbeda dengan UK, Great Britain adalah sebutan untuk kesatuan dari England, Scotland dan Wales. Orang Scotlandia dan  Wales kadang marah kalau mereka disebut orang Inggris atau referred to as “English”. Karena mereka tidak tinggal di negara England dan mereka punya parlemen sendiri. Sering ada perbedaan jelas antara orang yang tinggal di masing-masing dari tiga negara di Great Britain. Hal ini karena berbagai kelompok masyarakat cenderung mengembangkan cara hidup dan kebiasaan mereka sendiri. Pusingnnya, dalam bahasa Indonesia, Britain dan England sama-sama diartikan Inggris, padahal sebenarnya beda.

Banyak orang berpikir bahwa orang inggris atau orang bule nyebutnya “English/England” adalah sama dengan orang British padahal bukan. Orang-orang inggris “English/England” adalah orang yang tinggal dan warga negara England. Di sisi lain,orang British adalah orang-orang yang tinggal di Great Britain (Britain/GBR) dan UK. Bingungkan? Padahal The Country of England ya termasuk kedalam bagian dari GBR dengan UK juga. tapi mereka gak mau disebut orang British tapi English People.
Ya mungkin karena gengsinya yang tinggi. Apalagi kalo masalah sepakbola, mereka gak masalah punya parlement sendiri-sendiri dan punya satu perdana mentri yang sama tapi mereka najis kalo punya satu tim sepakbola yang sama. Mereka maju sendiri-sendiri, ada Wales, England, Scotlandia dan lain-lain.
Sekian dulu Postingan kali ini, kalo masih bingung and gk faham sana tanya ama guru bahasa Inggris-mu aja.... Hhaha... Semoga Bermanfaat.... Bye bye... Dadada... Mmmhua...
Share and Comment !!!



Bagi kamu lulusan SMA/Sederajat tahun 2016, 2017, dan 2018, ada juga tawaran beasiswa kuliah S1 dari Universitas Pertamina. Universitas Pertamina didirikan di Jakarta dan dikelola oleh Yayasan Pertamina Foundation. Beasiswa Universitas Pertamina ini ditawarkan dalam dua program yaitu, Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina dan Beasiswa Prestasi Universitas Pertamina. Berikut informasi lengkapnya.

Beasiswa Universitas Pertamina Kuliah S1 Tahun 2018 – 2019
A. Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina
Pendaftaran Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina tahun akademik 2018 – 2019 terbuka bagi lulusan SMA/sederajat tahun 2018, 2017, dan 2016 yang mendaftar dan lulus Ujian Masuk Universitas Pertamina periode Januari 2018 atau Maret 2018 (UM Gelombang 1 dan Gelombang 2), dengan prestasi akademik sangat baik namun mempunyai kesulitan ekonomi untuk mengikuti dan/atau menyelesaikan pendidikan di Universitas Pertamina.

Beasiswa diberikan selama maksimal 8 (delapan) semester masa kuliah dengan evaluasi dilakukan setiap tahunnya.

Tipe Beasiswa Universitas Pertamina (Ekonomi):
– Tipe 1: Pembebasan 100% SPI dan Pembebasan 100% SPP
– Tipe 2: Pembebasan 100% SPI dan Pembebasan 50% SPP

Universitas Pertamina menawarkan 6 fakultas dan 15 program studi strata 1, yaitu:
1. Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi, dengan program studi : Teknik Geologi, Teknik Geofisika, dan Teknik Perminyakan
2. Fakultas Teknologi Industri, dengan program studi : Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Logistik
3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan program studi : Manajemen dan Ilmu Ekonomi
4. Fakultas Perencanaan Infrastruktur, dengan program studi : Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan
5. Fakultas Sains dan Ilmu Komputer, dengan program studi : Kimia dan Ilmu Komputer
6. Fakultas Komunikasi dan Diplomasi, dengan program studi : Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi


Berkas dokumen yang dibutuhkan:
1. Scan Formulir Pengajuan Beasiswa Ekonomi UP 2018 – 2019 yang telah diisi dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000 (Download Formulir Pengajuan Beasiswa Ekonomi).
2. Scan Surat Keterangan Miskin (SKM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Kelurahan tempat calon mahasiswa tinggal terbaru (diurus tidak lebih dari tiga bulan sebelum pengajuan beasiswa).
3. Scan Kartu Keluarga (KK).
4. Scan KTP/Kartu Pelajar calon mahasiswa.
5. Scan KTP kedua orang tua.
6. Scan nilai rapor semester 1-5 yang dilegalisir (simpan dalam satu file PDF).
7. Scan Slip Gaji orangtua 3 (tiga) bulan terakhir atau Surat Keterangan Pengganti Slip Gaji (bagi orangtua yang bekerja sebagai petani, pedagang, atau profesi lain yang tidak memiliki slip gaji bulanan) yang diterbitkan oleh Kelurahan tempat calon mahasiswa tinggal.
8. Scan bukti pembayaran rekening listrik rumah tinggal calon mahasiswa 3 (tiga) bulan sebelum Ujian Masuk. Bagi peserta UM periode Januari 2018 melampirkan scan bukti bayar listrik bulan Oktober, November, dan Desember 2017. Bagi peserta UM periode Maret 2018 melampirkan scan bukti bayar listrik bulan Desember 2017, Januari dan Februari 2018.

– Apabila listrik di rumah tinggal calon mahasiswa pengaju Beasiswa Ekonomi adalah listrik pra-bayar (menggunakan token), silakan datang ke kantor PLN terdekat untuk mencetak penggunaan listrik pada bulan yang dipersyaratkan.
– Jika calon mahasiswa pengaju Beasiswa Ekonomi tinggal di rumah sewa, dimana sewa yang dibayarkan sudah meliputi pembayaran listrik, diperkenankan meminta surat keterangan pengganti bukti pembayaran rekening listrik di kelurahan setempat.
9. Scan tagihan PBB rumah tinggal calon mahasiswa Tahun 2017. Apabila calon mahasiswa pengaju Beasiswa Ekonomi tinggal di rumah yang bukan milik pribadi (sewa atau tinggal dengan keluarga lain), silakan meminta surat keterangan pengganti tagihan PBB dari kelurahan setempat.
10. Membuat karya tulis 4 (empat) paragraf yang terdiri tidak kurang dari 600 (enam ratus) kata dan tidak lebih dari 1000 (seribu) kata dengan tema “Mengapa Saya Layak Mendapatkan Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina”.
11. Scan maksimal tiga sertifikat prestasi terbaik (opsional).
12. Foto bagian depan dan ruang tengah rumah tinggal calon mahasiswa.


Catatan:
1. Seluruh scan berkas disimpan dalam format PDF dengan ukuran maksimal setiap berkas adalah 750 KB. Format penamaan setiap berkas:
[Nomor Berkas]_[Jenis Berkas]_[Nama Pengaju Beasiswa]_[Nomor Ujian]
Contoh: [02]_SKM_Jimmy Hendrik_123456789.pdf

2. Seluruh berkas yang telah diubah ke dalam format PDF dikumpulkan dalam 1 folder dan di-compress dalam format ZIP atau RAR dan diberi nama folder:
[Nama Pengaju Beasiswa]_[Nomor Ujian]
Contoh: Jimmy Hendrik_123456789.rar.
Ukuran maksimal lampiran berkas adalah 10 MB.


Tata Cara Pendaftaran Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina:
1. Calon mahasiswa mendaftar Ujian Masuk Universitas Pertamina (UM-UP) Periode Januari 2018 (Pendaftaran dibuka 18 Desember 2017 / Gelombang 1) atau Periode Maret 2018 (Pendaftaran dibuka 28 Januari 2018 / Gelombang 2).
2. Calon mahasiswa melaksanakan pembayaran UM-UP melalui bank yang ditunjuk untuk mendapatkan nomor ujian.
3. Calon mahasiswa melengkapi data diri, memilih program beasiswa kemudian mencetak kartu Ujian Masuk.
4. Bagi calon mahasiswa yang memilih Program Beasiswa Ekonomi dapat mengirimkan seluruh berkas yang disebutkan di atas ke email: beasiswa@universitaspertamina.ac.id dan di-cc ke: kemahasiswaan.up@gmail.com.
5. Batas waktu pengiriman berkas pengajuan beasiswa sampai dengan 26 Januari 2018 pukul 12.00 siang (untuk Periode Januari 2018) atau 9 Maret 2017 pukul 12.00 siang (untuk Periode Maret 2018).
6. Pada saat pelaksanaan Ujian Masuk, calon mahasiswa harus membawa Formulir Pengajuan Beasiswa (berkas nomor 1) yang ASLI dan menyerahkannya pada petugas registrasi ulang.
7. Pengumuman para penerima Beasiswa Universitas Pertamina (Ekonomi) akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni 2018.


B. Beasiswa Prestasi Universitas Pertamina bagi Peraih Nilai Ujian Masuk Terbaik
Universitas Pertamina juga menyediakan Beasiswa Prestasi berupa pembebasan 100% dan 50% Sumbangan Pembebasan Institusi (SPI) bagi 100 peraih Nilai Terbaik pada Ujian Masuk Universitas Pertamina Periode April 2018 (Gelombang 3). Seluruh peserta Ujian Masuk pada periode tersebut berkesempatan untuk mendapatkan Beasiswa Prestasi Hasil UM.

Pendaftaran Ujian Masuk Periode April 2018 akan dilaksanakan pada 11 Maret s/d 13 April 2018. Dilanjutkan Ujian Masuk pada tanggal 15 April 2018. Pengumuman hasil ujian masuk serta penerima Beasiswa Prestasi Universitas Pertamina akan dilaksanakan pada akhir bulan April 2018.

Sebagai info Ujian Masuk Universitas Pertamina akan dilaksanakan juga di kota lain, dengan jadwal sebagai berikut:
1. Periode Januari
Serentak diadakan di dua belas (12) kota, yaitu:
Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Mataram, Balikpapan, Makassar

2. Periode Maret
Serentak diadakan di lima (6) kota, yaitu:
Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar

3. Periode April
Serentak diadakan di enam (6) kota, yaitu:
Medan, Bandung, Padang, Semarang, Jakarta, Makassar

4. Periode Juli
Hanya diadakan di Kota Jakarta

Informasi lebih detail mengenai Beasiswa Universitas Pertamina yang telah disebutkan di atas dapat menghubungi kontak berikut:
Komplek Universitas Pertamina
Jl. Teuku Nyak Arief, Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta 12220
Hotline Ujian Masuk: +6221 27081324 (Hunting)
Telp. +6221 29044308
Website resmi: universitaspertamina.ac.id
Semoga bermanfaat.
PopCash adalah situs iklan popup atau CPM yang cukup populer dan penyedia jasa pengiklanan yang menjanjikan bagi pemilik website atau blog yang memiliki traffic pengunjung yang ramai, selain penyedia iklan PopAds. Sistem kerja popcash tidak jauh berbeda dengan Popads, namun ada beberapa kelebihan yang membuat situs ini tampak lebih baik dari pada yang lain.
Anda akan mendapatkan uang dari popcash berdasarkan jumlah impresi atau tampilan halaman blog anda, dengan kata lain semakin banyak pengunjung web atau blog anda, maka akan semakin tinggi penghasilan yang akan anda dapatkan. Pengunjung tidak perlu klik iklan seperti situs PPC. Nah... bagaimana? Sudah mulai tertarik memasang iklan popcash di web/blog anda?
Oke... Sekarang langsung saja kita bahas cara daftar dan sekaligus cara memasang iklannya di web/blog. Yuuuuuuk cekidoooot....
1. Silakan klik link ini untuk daftar : Link Daftar.
2. Selanjutnya isi data pendaftaran pada borang yang telah disediakan, sebagai berikut :
  • Full Name : Isi dengan nama lengkap Anda
  • Username : Isi dengan nama user yang Anda inginkan
  • Your Email : Isi dengan alamat email Anda
  • Email Confirm : Isi lagi dengan email Anda
  • Password : Isi dengan kata sandi yang nantinya digunakan untuk masuk ke dashboard PopCash
  • Password Confirm : Isi lagi dengan kata sandi Anda sebelumnya
  • Phone : Isi dengan nomor telepon Anda, tidak di isi juga tidak apa - apa karena hanya opsional
  • Country : Isi dengan negara Anda, pilih saja Indonesia
  • IM Network : Isi dengan IM jika Anda punya, jika tidak kosongkan saja
  • IM ID : Jika sebelumnya Anda mengisi IM Network, isi id akun IM milik Anda, jika tidak kosongkan saja
3. Lalu ceklis I have read and agree with the terms and conditions dan selanjutnya tombol Submit
5. Setelah formulir pendaftaran Anda sukses terkirim, akan muncul pemberitahuan seperti gambar dibawah ini
6. Selanjutnya cek email Anda, karena Anda akan menerima email konfirmasi. Jika sudah menerimanya Anda buka link pada email tersebut untuk konfirmasi. Maka akan muncul pemberitahuan seperti gambar dibawah ini bila Anda telah mengonfirmasinya
7. Selamat sekarang Anda sudah mendapatkan akun PopCash. Sekarang lanjut ke tahap berikutnya.
8. Setelah Anda mempunyai akun PopCash sekarang tinggal memasang kode PopCash di blog Anda untuk menghasilkan uang. Sebelum menambahkan kode ke blog, Anda harus menambahkan website/blog Anda dulu caranya :
  • Login dulu ke dashboard PopCash Anda,
  • Lalu klik menu Publisher > Websites > Klik Add New Website
  • Anda tambahkan website Anda dan pilih kategorinya, jika sudah klik Add Website 
Setelah menambahkan website Anda tunggu hingga website/blog disetujui biasanya 1 x 24 jam. Jika sudah disetujui Anda tinggal memasang kode PopCash pada website/blog Anda caranya :
  • Login dulu ke dashboard PopCash Anda,
  • Pilih menu Publisher > Websites
  • Pilih website/blog yang akan dipasang PopCash, lalu klik icon kode "Get Code" untuk mendapatkan kodenya.
  • Selanjutnya tinggal Anda simpan kode tersebut diatas kode </head> 
  • Selesai
Sampai disini sudah selesai, tinggal Anda meningkatkan jumlah visitor blog Anda supaya penghasilan dari PopCash juga besar. Sekian post untuk minggu ini, semoga bermanfaat... byee.. sampai ketemu di postingan minggu berikutnya.